Norma Hukum

Posted: September 5, 2012 in artikel

Norma hukum apa sebenarnya itu? Apa yang dimaksud dan pengertian serta definisi darinya? Apakah ciri norma hukum? apakah perbedaanya dengan norma sosial. Berikut semua informasi lengkap yang saya saring dari berbagai website di Internet. Berikut adalah artikelnya.

Semua istilah maupun ciri sebagai pelajar anda bisa mendapatkannya di pelajaran PKN, bukan begitu?

Kita Mulai dulu dari pengertiannya :

Norma hukum adalah norma yang mengatur kehidupan sosial kemasyarakatan yang berasal dari kitab undang-undang hukum yang berlaku di negara kesatuan republik indonesia untuk menciptakan kondisi negara yang damai, tertib, aman, sejahtera, makmur dan sebagainya.

Ada juga yang menafsirkannya seperti ini,

Norma hukum adalah aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu, misalnya pemerintah, sehingga dengan tegas dapat melarang serta memaksa orang untuk dapat berperilaku sesuai dengan keinginan pembuat peraturan itu sendiri. Pelanggaran terhadap norma ini berupa sanksi denda sampai hukuman fisik (dipenjara, hukuman mati).

Contoh dari penggunaan norma hukum adalah sebagai berikut:

  • Menghormati pengadilan dan peradilan di Indonesia
  • Taat membayar pajak
  • Tidak melanggar rambu lalu-lintas walaupun tidak ada polantas
  • Menghindari KKN / korupsi kolusi dan nepotisme

Tentu ada Perbedaan antara norma hukum dan norma sosial, dan berikut adalah ciri-cirinya

Norma hukum

  • Memiliki alat penegak aturan
  • Dibuat oleh penegak hukum
  • Bersifat memaksa
  • Aturannya pasti (tertulis)
  • Mengikat semua orang
  • Sangsinya berat

Sedangkan untuk Norma sosial

  • Kadang aturannya tidak pasti dan tidak tertulis
  • Bersifat tidak terlalu memaksa
  • Sangsinya ringan.
  • Ada/ tidaknya alat penegak tidak pasti (kadang ada, kadang tidak ada)
  • Dibuat oleh masyarakat

Proses terbentuknya norma hukum : Dalam bermasyarakat, walaupun telah ada norma untuk menjaga keseimbangan, namun norma sebagai pedomanperilaku kerap dilanggar atau tidak diikuti. Karena itu dibuatlah norma hukum sebagai peraturan/ kesepakatan tertulis yang memiliki sangsi dan alat penegaknya.

Sebagai contoh saja ini Berbeda dengan hukum untuk Aqiqah yang bersumber dari Al-quran dan Sunnah Nabi.

Untuk lebih lengkap lagi tentang informasi norma hukum, sebaiknya anda mendownload eBook gratis yang dibagikan oleh Mantan Ketua MK Jimmy Asshidiqie disini

 

sumber:blogbintang

 

Merawat wajah memang harus dilakukan karena tidak setiap wanita dilahirkan dengan muka bagus. Untuk itu berbagai tips sederhana ini yang direkomendasikan para ahli kecantikan dibawah ini semoga dapat membantu anda yang sedang mengalami masalah wajah seperti  berminyak kering, kusam, berjerawat, flek hitam dan lainnya.

Tips merawat bagian wajah atau muka dibawah ini merupakan cara dalam menghilangkan dan mencegah masalah yang dapat saja terjadi pada kulit muka seperti berminyak kering, kusam, berjerawat, flek hitam dan lainnya. Para ahli kecantikan yang terkenal di dunia telah memaparkan bagaimana merawat wajah seharusnya seperti dilansir BlogBintang[dot]com dari Women Health Mag…

1. Penggunaan Kosmetik Organik dan Mineral
Sekarang ini banyak sekali tersedia produk kosmetik yang bahnnya menggunakan bahan-bahan alami dan sangat sangat baik bagi kesehatan kulit. Contohnya adalah kosmetik berbahan dasar organik dan mineral. Apalagi jika wajah Anda sangat sensitif dan berjerawat, sebaiknya segera beralihlah ke produk kosmetik jenis alami yang seperti itu.

2. Krim Anti Aging
Tips nomer dua adalah Jangan kira jika anda adalah wanita dibawah umur 30 tidak membutuhkan krim anti aging. Bahkan “Wanita umur 20-an yang sudah membutuhkan krim seperti ini,” kata Francesca Fusco, M.D., assistant clinical professor of dermatology di Mount Sinai School of Medicine, New York. Bahkan Francesca menyarankan untuk memakai krim anti aging yang mengandung retinoid yang kaya akan vitamin A untuk mencegah kerusakan kulit karena sinar matahari. Selain itu, ternyata retinoid juga cepat dalam memperbaharui kulit yang mati. Selain itu retinoid bekerja untuk meningkatkan produksi kolagen yang dapat mencegah timbulnya kerutan pada wajah.
3. Pengelupasan Kulit
Tahukah anda bahwa bahan-bahan seperti Alkhohol, makanan pedas, dan paparan sinar matahari dapat memicu terjadinya rosacea atau dalam bahasa sehari harinya memerahnya kulit wajah. Karena dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan menggunakan sunblock, masalah kulit tersebut bisa dicegah. Lalu bagaimana merawat wajah yang sudah terkena rosacea, Tips nya yang didapat blogbintang adalah gunakanlah pembersih wajah yang mampu melakukan pengelupasan halus pada kulit maupun perawatan berupa peeling di klinik kecantikan yang terpercaya

4. Pembersih Muka
Menurut Daniel B. Yarosh, Ph.D., penulis buku The New Science of Perfect Skin, untuk membersikan wajah Anda ternyata kita tidak perlu untuk membeli berbagai kosmetik dengan harga yang sangat mahal sampai menguras kantong. Tips untuk merawat membersihkan wajah adalah mulai dengan membersihkan muka menggunakan susu pembersih (cleansing mil) dan toner. Kemudian, basuhlah wajah Anda dengan sabun khusus pembersih wajah dan bilas dengan air. Langkah-langkah tersebut berguna untuk menjaga kebersihan muka dari debu dan minyak.

5. Pelembab Bibir
Penelitian terakhir yang dilakukan oleh American Society for Dermatologic Surgery menemukan, hanya sekitar 47% responden yang menggunakan pelembab bibir dalam keseharian mereka untuk merawat muka. Kenyatannya kulit pada bagian bibir adalah kulit yang tipis dan sensitif, sehingga perlu perlindungan ekstra. Tips nya adalah, jangan lupa oleskan lip balm yang mengandung UV protection (SPF) agar kulit bibir anda tidak kering, terlindungi dari sinar matahari dan tetap sehat.

Itulah berbagai tips dalam merawat wajah dari beberapa ahli, jika anda memiliki tips lain dalam merawat muka supaya tidak mengalami masalah seperti berminyak dan berjerawat bisa dishare dibawah untuk dibaca kepada para blogbintanger yang lainnya.

 

sumber;blogbintang

 

Hukum Bacaan Tajwid Al Quran

Posted: September 5, 2012 in artikel

Pengertian Tajwid adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara mengucapkan atau membunyikan huruf-huruf yang terdapat di al-Quran atau bahasa arab pada umumnya. Sebagai muslim diwajibkan untuk mengetahui hukum tajwid secara benar sehingga kita dapat mengucapkan bacaan di Alquran dengan benar.

Dalil hukum penggunaan Tajwid di dalam Al Quran adalah QS:Al-Muzzammil (73): 4 yang kurang lebih dalam bahasa indonesia adalah “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid)”. Sekarang anda sudah mengerti tentang pengertian dari tajwid,

Sekarang kita akan belajar ilmu tajwid yang terdiri dari berbagai hal semacam Hukum taawuz dan basmalah, Hukum nun mati dan tanwin, Hukum mim mati, Hukum mim dan nun tasydid, Hukum alif lam ma’rifah, Hukum idgham, Hukum mad, Hukum ra’, Qalqalah, Makhraj huruf, Sifat huruf, Waqaf (وقف) Tanda-tanda waqaf, dan banyak lagi.

Karena begitu banyaknya hukum bacaan Tajwid, Saya sudah sediakan link download tentang ebook maupun software tentang ini. Jadi tinggal download dan praktekkan di rumah.

Sofware belajar ilmu tajwid :

Jika link ada yang rusak, silaahkan gunakan link download ilmu hukum dan bacaan dibawah ini :

 

Sedangkan untuk eBook yang berisi tentang hukum tajwid bisa di download pada link dibawah ini :

Semua software maupun ebook tentang ilmu pengertian tajwid diambil dari berbagai sumber.

Dengan mempelajari diharapkan anda dapat membaca bacaan alquran dengan benar. Terutama anda mengerti tentang Hukum taawuz dan basmalah, Hukum nun mati dan tanwin, Hukum mim mati, Hukum mim dan nun tasydid, Hukum alif lam ma’rifah, Hukum idgham, Hukum mad, Hukum ra’, Qalqalah, Makhraj huruf, Sifat huruf, Waqaf (وقف) Tanda-tanda waqaf, dan banyak lagi.

Bagi kamu yang telat belajar ilmu tajwid tidak apa2, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.Dan bagi yang sudah belajar bacaan tajwid dengan benar, saya harap ilmu kamu akan semakin dalam atas berbagai software dan ebook diatas.Dan kamu juga bisa share file diatas untuk orang yang kamu inginkan.

Bagi yang merasa ilmu dari tajwid benar, saya harapkan untuk berbagi ilmu hukum tajwid itu, seperti kata pepatah siapa yang menanam kebaikan dia akan memanen kebaikan juga. Jadi marilah kita sebagai sesama muslim untuk terus berbagai ilmu terutama imu islam dan salah satunya adalah bacaan tajwid diatas.

 

sumber;blogbintang

 

Salah Kaprah Memahami Rahmatan Lil ‘Alamin

Benar bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Namun banyak orang menyimpangkan pernyataan ini kepada pemahaman-pemahaman yang salah kaprah. Sehingga menimbulkan banyak kesalahan dalam praktek beragama bahkan dalam hal yang sangat fundamental, yaitu dalam masalah aqidah.

Pernyataan  bahwa Islam adalah agamanya yangrahmatan lil ‘alamin sebenarnya adalah kesimpulan dari firman Allah Ta’ala,

وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ

Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam diutus dengan membawa ajaran Islam, maka Islam adalah rahmatan lil’alamin, Islam adalah rahmat bagi seluruh manusia.

Secara bahasa,

الرَّحْمة: الرِّقَّةُ والتَّعَطُّفُ

rahmat artinya kelembutan yang berpadu dengan rasa iba (Lihat Lisaanul Arab, Ibnul Mandzur). Atau dengan kata lain rahmat dapat diartikan dengan kasih sayang. Jadi, diutusnya Nabi MuhammadShallallahu ‘alaihi Wa sallam adalah bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh manusia.

Penafsiran Para Ahli Tafsir

 

1. Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Tafsir Ibnul Qayyim:

“Pendapat yang lebih benar dalam menafsirkan ayat ini adalah bahwa rahmat disini bersifat umum. Dalam masalah ini, terdapat dua penafsiran:

Pertama: Alam semesta secara umum mendapat manfaat dengan diutusnya Nabi MuhammadShallallahu ‘alaihi Wa sallam.

Orang yang mengikuti beliau, dapat meraih kemuliaan di dunia dan akhirat sekaligus.

Orang kafir yang memerangi beliau, manfaat yang mereka dapatkan adalah disegerakannya pembunuhan dan maut bagi mereka, itu lebih baik bagi mereka. Karena hidup mereka hanya akan menambah kepedihan adzab kelak di akhirat. Kebinasaan telah ditetapkan bagi mereka. Sehingga, dipercepatnya ajal lebih bermanfaat bagi mereka daripada hidup menetap dalam kekafiran.

Orang kafir yang terikat perjanjian dengan beliau, manfaat bagi mereka adalah dibiarkan hidup didunia dalam perlindungan dan perjanjian. Mereka ini lebih sedikit keburukannya daripada orang kafir yang memerangi Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa sallam.

Orang munafik, yang menampakkan iman secara zhahir saja, mereka mendapat manfaat berupa terjaganya darah, harta, keluarga dan kehormatan mereka. Mereka pun diperlakukan sebagaimana kaum muslimin yang lain dalam hukum waris dan hukum yang lain.

Dan pada umat manusia setelah beliau diutus, Allah Ta’ala tidak memberikan adzab yang menyeluruh dari umat manusia di bumi. Kesimpulannya, semua manusia mendapat manfaat dari diutusnya Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa sallam.

Kedua: Islam adalah rahmat bagi setiap manusia, namun orang yang beriman menerima rahmat ini dan mendapatkan manfaat di dunia dan di akhirat. Sedangkan orang kafir menolaknya. Sehingga bagi orang kafir, Islam tetap dikatakan rahmat bagi mereka, namun mereka enggan menerima. Sebagaimana jika dikatakan ‘Ini adalah obat bagi si fulan yang sakit’. Andaikan fulan tidak meminumnya, obat tersebut tetaplah dikatakan obat”

2. Muhammad bin Ali Asy Syaukani dalam Fathul Qadir:

“Makna ayat ini adalah ‘Tidaklah Kami mengutusmu, wahai Muhammad, dengan membawa hukum-hukum syariat, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia tanpa ada keadaan atau alasan khusus yang menjadi pengecualian’. Dengan kata lain, ’satu-satunya alasan Kami mengutusmu, wahai Muhammad, adalah sebagai rahmat yang luas. Karena kami mengutusmu dengan membawa sesuatu yang menjadi sebab kebahagiaan di akhirat’ ”

3. Muhammad bin Jarir Ath Thabari dalam Tafsir Ath Thabari:

“Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang makna ayat ini, tentang apakah seluruh manusia yang dimaksud dalam ayat ini adalah seluruh manusia baik mu’min dan kafir? Ataukah hanya manusia mu’min saja? Sebagian ahli tafsir berpendapat, yang dimaksud adalah seluruh manusia baik mu’min maupun kafir. Mereka mendasarinya dengan riwayat dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhu dalam menafsirkan ayat ini:

من آمن بالله واليوم الآخر كتب له الرحمة في الدنيا والآخرة , ومن لم يؤمن بالله ورسوله عوفي مما أصاب الأمم من الخسف والقذف

Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, ditetapkan baginya rahmat di dunia dan akhirat. Namun siapa saja yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, bentuk rahmat bagi mereka adalah dengan tidak ditimpa musibah yang menimpa umat terdahulu, seperti mereka semua di tenggelamkan atau di terpa gelombang besar

dalam riwayat yang lain:

تمت الرحمة لمن آمن به في الدنيا والآخرة , ومن لم يؤمن به عوفي مما أصاب الأمم قبل

Rahmat yang sempurna di dunia dan akhirat bagi orang-orang yang beriman kepada Rasulullah. Sedangkan bagi orang-orang yang enggan beriman, bentuk rahmat bagi mereka adalah dengan tidak ditimpa musibah yang menimpa umat terdahulu

Pendapat ahli tafsir yang lain mengatakan bahwa yang dimaksud adalah orang-orang beriman saja. Mereka membawakan riwayat dari Ibnu Zaid dalam menafsirkan ayat ini:

فهو لهؤلاء فتنة ولهؤلاء رحمة , وقد جاء الأمر مجملا رحمة للعالمين . والعالمون هاهنا : من آمن به وصدقه وأطاعه

Dengan diutusnya Rasulullah, ada manusia yang mendapat bencana, ada yang mendapat rahmah, walaupun bentuk penyebutan dalam ayat ini sifatnya umum, yaitu sebagai rahmat bagi seluruh manusia. Seluruh manusia yang dimaksud di sini adalah orang-orang yang beriman kepada Rasulullah, membenarkannya dan menaatinya

Pendapat yang benar dari dua pendapat ini adalah pendapat yang pertama, sebagaimana riwayat Ibnu Abbas. Yaitu Allah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam sebagai rahmat bagi seluruh manusia, baik mu’min maupun kafir. Rahmat bagi orang mu’min yaitu Allah memberinya petunjuk dengan sebab diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam. BeliauShallallahu ‘alaihi Wa sallam memasukkan orang-orang beriman ke dalam surga dengan iman dan amal mereka terhadap ajaran Allah. Sedangkan rahmat bagi orang kafir, berupa tidak disegerakannya bencana yang menimpa umat-umat terdahulu yang mengingkari ajaran Allah” (diterjemahkan secara ringkas).

4. Muhammad bin Ahmad Al Qurthubi dalam Tafsir Al Qurthubi

“Said bin Jubair berkata: dari Ibnu Abbas, beliau berkata:

كان محمد صلى الله عليه وسلم رحمة لجميع الناس فمن آمن به وصدق به سعد , ومن لم يؤمن به سلم مما لحق الأمم من الخسف والغرق

Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam adalah rahmat bagi seluruh manusia. Bagi yang beriman dan membenarkan ajaran beliau, akan mendapat kebahagiaan. Bagi yang tidak beriman kepada beliau, diselamatkan dari bencana yang menimpa umat terdahulu berupa ditenggelamkan ke dalam bumi atau ditenggelamkan dengan air

Ibnu Zaid berkata:

أراد بالعالمين المؤمنين خاص

Yang dimaksud ’seluruh manusia’ dalam ayat ini adalah hanya orang-orang yang beriman” ”

5. Ash Shabuni dalam Shafwatut Tafasir

“Maksud ayat ini adalah ‘Tidaklah Kami mengutusmu, wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh makhluk’. Sebagaimana dalam sebuah hadits:

إنما أنا رحمة مهداة

Sesungguhnya aku adalah rahmat yang dihadiahkan (oleh Allah)” (HR. Al Bukhari dalam Al ‘Ilal Al Kabir 369, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 2/596. Hadits ini di-shahih-kan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 490, juga dalam Shahih Al Jami’, 2345)

Orang yang menerima rahmat ini dan bersyukur atas nikmat ini, ia akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Allah Ta’ala tidak mengatakan ‘rahmatan lilmu’minin‘, namun mengatakan ‘rahmatan lil ‘alamin‘ karena Allah Ta’ala ingin memberikan rahmat bagi seluruh makhluknya dengan diutusnya pemimpin para Nabi, Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam. Beliau diutus dengan membawa kebahagiaan yang besar. Beliau juga menyelamatkan manusia dari kesengsaraan yang besar. Beliau menjadi sebab tercapainya berbagai kebaikan di dunia dan akhirat. Beliau memberikan pencerahan kepada manusia yang sebelumnya berada dalam kejahilan. Beliau memberikan hidayah kepada menusia yang sebelumnya berada dalam kesesatan. Inilah yang dimaksud rahmat Allah bagi seluruh manusia. Bahkan orang-orang kafir mendapat manfaat dari rahmat ini, yaitu ditundanya hukuman bagi mereka. Selain itu mereka pun tidak lagi ditimpa azab berupa diubah menjadi binatang, atau dibenamkan ke bumi, atau ditenggelamkan dengan air”

Pemahaman Yang Salah Kaprah

Permasalahan muncul ketika orang-orang menafsirkan ayat ini secara serampangan, bermodal pemahaman bahasa dan logika yang dangkal. Atau berusaha memaksakan makna ayat agar sesuai dengan hawa nafsunya. Diantaranya pemahaman tersebut adalah:

1. Berkasih sayang dengan orang kafir

Sebagian orang mengajak untuk berkasih sayang kepada orang kafir, tidak perlu membenci mereka, mengikuti acara-acara mereka, enggan menyebut mereka kafir, atau bahkan menyerukan bahwa semua agama sama dan benar, dengan berdalil dengan ayat:

وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ

Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi alam semesta” (QS. Al Anbiya: 107)

Padahal bukan demikian tafsiran dari ayat ini. Allah Ta’ala menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh manusia, namun bentuk rahmat bagi orang kafir bukanlah dengan berkasih sayang kepada mereka. Bahkan telah dijelaskan oleh para ahli tafsir, bahwa bentuk rahmat bagi mereka adalah dengan tidak ditimpa musibah besar yang menimpa umat terdahulu. Inilah bentuk kasih sayang Allah terhadap orang kafir, dari penjelasan sahabat Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu.

Bahkan konsekuensi dari keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah membenci segala bentuk penyembahan kepada selain Allah, membenci bentuk-bentuk penentangan terhadap ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam, serta membenci orang-orang yang melakukannya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka” (QS. Al-Mujadalah: 22)

Namun perlu dicatat, harus membenci bukan berarti harus membunuh, melukai, atau menyakiti orang kafir yang kita temui. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qayyim dalam tafsir beliau di atas, bahwa ada orang kafir yang wajib diperangi, ada pula yang tidak boleh dilukai.

Menjadikan surat Al Anbiya ayat 107 sebagai dalil pluralisme agama juga merupakan pemahaman yang menyimpang. Karena ayat-ayat Al Qur’an tidak mungkin saling bertentangan. Bukankah AllahTa’ala sendiri yang berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإِسْلامُ

Agama yang diridhai oleh Allah adalah Islam” (QS. Al Imran: 19)

Juga firman Allah Ta’ala:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Al Imran: 85)

Orang yang mengusung isu pluralisme mungkin menafsirkan ‘Islam’ dalam ayat-ayat ini dengan ‘berserah diri’. Jadi semua agama benar asalkan berserah diri kepada Tuhan, kata mereka. Cukuplah kita jawab bualan mereka dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam:

الإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا

”Islam itu engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah, engkau mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya” (HR. Muslim no.8)

Justru surat Al Anbiya ayat 107 ini adlalah bantahan telak terhadap pluralisme agama. Karena ayat ini adalah dalil bahwa semua manusia di muka bumi wajib memeluk agama Islam. Karena Islam itu ‘lil alamin‘, diperuntukkan bagi seluruh manusia di muka bumi. Sebagaimana dijelaskan Imam Ibnul Qayyim di atas: “Islam adalah rahmat bagi setiap manusia, namun orang yang beriman menerima rahmat ini dan mendapatkan manfaat di dunia dan di akhirat. Sedangkan orang kafir menolaknya”.

2. Berkasih sayang dalam kemungkaran

Sebagian kaum muslimin membiarkan orang-orang meninggalkan shalat, membiarkan pelacuran merajalela, membiarkan wanita membuka aurat mereka di depan umum bahkan membiarkan praktek-praktek kemusyrikan dan enggan menasehati mereka karena khawatir para pelaku maksiat tersinggung hatinya jika dinasehati, kemudian berkata : “Islam khan rahmatan lil’alamin, penuh kasih sayang”. Sungguh aneh.

Padahal bukanlah demikian tafsir surat Al Anbiya ayat 107 ini. Islam sebagai rahmat Allah bukanlah bermakna berbelas kasihan kepada pelaku kemungkaran dan membiarkan mereka dalam kemungkarannya. Sebagaiman dijelaskan Ath Thabari dalam tafsirnya di atas, “Rahmat bagi orang mu’min yaitu Allah memberinya petunjuk dengan sebab diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam. Beliau Shallallahu ‘alaihi Wa sallam memasukkan orang-orang beriman ke dalam surga dengan iman dan amal mereka terhadap ajaran Allah”.

Maka bentuk kasih sayang Allah terhadap orang mu’min adalah dengan memberi mereka petunjuk untuk menjalankan perinta-perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah, sehingga mereka menggapai jannah. Dengan kata lain, jika kita juga merasa cinta dan sayang kepada saudara kita yang melakukan maksiat, sepatutnya kita menasehatinya dan mengingkari maksiat yang dilakukannya dan mengarahkannya untuk melakukan amal kebaikan.

Dan sikap rahmat pun diperlukan dalam mengingkari maksiat. Sepatutnya pengingkaran terhadap maksiat mendahulukan sikap lembut dan penuh kasih sayang, bukan mendahulukan sikap kasar dan keras. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam bersabda:

إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه . ولا ينزع من شيء إلا شانه

Tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu, kecuali akan menghiasnya. Tidaklah kelembutan itu hilang dari sesuatu, kecuali akan memperburuknya” (HR. Muslim no. 2594)

3. Berkasih sayang dalam penyimpangan beragama

Adalagi yang menggunakan ayat ini untuk melegalkan berbagai bentuk bid’ah, syirik dan khurafat. Karena mereka menganggap bentuk-bentuk penyimpangan tersebut adalah perbedaan pendapat yang harus ditoleransi sehingga merekapun berkata: “Biarkanlah kami dengan pemahaman kami, jangan mengusik kami, bukankah Islam rahmatan lil’alamin?”. Sungguh aneh.

Menafsirkan rahmat dalam surat Al Anbiya ayat 107 dengan kasih sayang dan toleransi terhadap semua pemahaman yang ada pada kaum muslimin, adalah penafsiran yang sangat jauh. Tidak ada ahli tafsir yang menafsirkan demikian.

Perpecahan ditubuh ummat menjadi bermacam golongan adalah fakta, dan sudah diperingatkan sejak dahulu oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam. Dan orang yang mengatakan semua golongan tersebut itu benar dan semuanya dapat ditoleransi tidak berbeda dengan orang yang mengatakan semua agama sama. Diantara bermacam golongan tersebut tentu ada yang benar dan ada yang salah. Dan kita wajib mengikuti yang benar, yaitu yang sesuai dengan ajaran NabiShallallahu ‘alaihi Wa sallam. Bahkan Ibnul Qayyim mengatakan tentang rahmat dalam surat Al Anbiya ayat 107: “Orang yang mengikuti beliau, dapat meraih kemuliaan di dunia dan akhirat sekaligus”. Artinya, Islam adalah bentuk kasih sayang Allah kepada orang yang mengikuti golongan yang benar yaitu yang mau mengikuti ajaran Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa sallam.

Pernyataan ‘biarkanlah kami dengan pemahaman kami, jangan mengusik kami’ hanya berlaku kepada orang kafir. Sebagaimana dinyatakan dalam surat Al Kaafirun:

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Katakanlah: ‘Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku‘”

Sedangkan kepada sesama muslim, tidak boleh demikian. Bahkan wajib menasehati bila saudaranya terjerumus dalam kesalahan. Yang dinasehati pun sepatutnya lapang menerima nasehat. Bukankah orang-orang beriman itu saling menasehati dalam kebaikan?

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍإِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr: 1 – 3)

Dan menasehati orang yang berbuat menyimpang dalam agama adalah bentuk kasih sayang kepada orang tersebut. Bahkan orang yang mengetahui saudaranya terjerumus ke dalam penyimpangan beragama namun mendiamkan, ia mendapat dosa. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam:

إذا عملت الخطيئة في الأرض كان من شهدها فكرهها كمن غاب عنها . ومن غاب عنها فرضيها ، كان كمن شهدها

Jika engkau mengetahui adanya sebuah kesalahan (dalam agama) terjadi dimuka bumi, orang yang melihat langsung lalu mengingkarinya, ia sama seperti orang yang tidak melihat langsung (tidak dosa). Orang yang tidak melihat langsung namun ridha terhadap kesalahan tersebut, ia sama seperti orang yang melihat langsung (mendapat dosa)” (HR. Abu Daud no.4345, dihasankan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud)

Perselisihan pendapat pun tidak bisa dipukul-rata bahwa semua pendapat bisa ditoleransi. Apakah kita mentoleransi sebagian orang sufi yang berpendapat shalat lima waktu itu tidak wajib bagi orang yang mencapai tingkatan tertentu? Atau sebagian orang kejawen yang menganggap shalat itu yang penting ‘ingat Allah’ tanpa harus melakukan shalat? Apakah kita mentoleransi pendapat Ahmadiyyah yang mengatakan bahwa berhaji tidak harus ke Makkah? Tentu tidak dapat ditoleransi. Jika semua pendapat orang dapat ditoleransi, hancurlah agama ini. Namun pendapat-pendapat yang berdasarkan dalil shahih, cara berdalil yang benar, menggunakan kaidah para ulama, barulah dapat kita toleransi.

4. Menyepelekan permasalahan aqidah

Dengan menggunakan ayat ini, sebagian orang menyepelekan dan enggan mendakwahkan aqidah yang benar. Karena mereka menganggap mendakwahkan aqidah hanya akan memecah-belah ummat dan menimbulkan kebencian sehingga tidak sesuai dengan prinsip bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin.

Renungkanlah perkataan Ash Shabuni dalam menafsirkan rahmatan lil ‘alamin: “Beliau Shallallahu ‘alaihi Wa sallam memberikan pencerahan kepada manusia yang sebelumnya berada dalam kejahilan. Beliau memberikan hidayah kepada menusia yang sebelumnya berada dalam kesesatan. Inilah yang dimaksud rahmat Allah bagi seluruh manusia”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallammenjadi rahmat bagi seluruh manusia karena beliau membawa ajaran tauhid. Karena manusia pada masa sebelum beliau diutus berada dalam kesesatan berupa penyembahan kepada sesembahan selain Allah, walaupun mereka menyembah kepada Allah juga. Dan inilah inti ajaran para Rasul. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah saja, dan jauhilah Thaghut’ ” (QS. An Nahl: 36)

Selain itu, bukankah masalah aqidah ini yang dapat menentukan nasib seseorang apakah ia akan kekal di neraka atau tidak? Allah Ta’ala berfirman:

نَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun” (QS. Al Maidah: 72)

Oleh karena itu, adakah yang lebih urgen dari masalah ini?

Kesimpulannya, justru dakwah tauhid, seruan untuk beraqidah yang benar adalah bentuk rahmatdari Allah Ta’ala. Karena dakwah tauhid yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam adalah rahmat Allah, maka bagaimana mungkin menjadi sebab perpecahan ummat? Justru kesyirikanlah yang sebenarnya menjadi sebab perpecahan ummat. Sebagaimana firman AllahTa’ala:

وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (QS. Ar Ruum: 31-32)

Pemahaman Yang Benar

Berdasarkan penafsiran para ulama ahli tafsir yang terpercaya, beberapa faedah yang dapat kita ambil dari ayat ini adalah:

  1. Di utusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam sebagai Rasul Allah adalah bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh manusia.
  2. Seluruh manusia di muka bumi diwajibkan memeluk agama Islam.
  3. Hukum-hukum syariat dan aturan-aturan dalam Islam adalah bentuk kasih sayang AllahTa’ala kepada makhluk-Nya.
  4. Seluruh manusia mendapat manfaat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam
  5. Rahmat yang sempurna hanya didapatkan oleh orang yang beriman kepada ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam
  6. Seluruh manusia mendapat manfaat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam.
  7. Orang yang beriman kepada ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam, membenarkan beliau serta taat kepada beliau, akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
  8. Orang kafir yang memerangi Islam juga mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam, yaitu dengan diwajibkannya perang melawan mereka. Karena kehidupan mereka didunia lebih lama hanya akan menambah kepedihan siksa neraka di akhirat kelak.
  9. Orang kafir yang terikat perjanjian dengan kaum musliminjuga mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam. Yaitu dengan dilarangnya membunuh dan merampas harta mereka.
  10. Secara umum, orang kafir mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam berupa dihindari dari adzab yang menimpa umat-umat terdahulu yang menentang Allah. Sehingga setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam, tidak akan ada kaum kafir yang diazab dengan cara ditenggelamkan seluruhnya atau dibenamkan ke dalam bumi seluruhnya atau diubah menjadi binatang seluruhnya.
  11. Orang munafik yang mengaku beriman di lisan namun ingkar di dalam hati juga mendapatrahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam. Mereka mendapat manfaat berupa terjaganya darah, harta, keluarga dan kehormatan mereka. Mereka pun diperlakukan sebagaimana kaum muslimin yang lain dalam hukum waris dan hukum yang lain. Namun di akhirat kelak Allah akan menempatkan mereka di dasar neraka Jahannam.
  12. Pengutusan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam menjadi rahmat karena beliau telah memberikan pencerahan kepada manusia yang awalnya dalam kejahilan dan memberikan hidayah kepada manusia yang awalnya berada dalam kesesatan berupa peribadatan kepada selain Allah.
  13. Sebagian ulama berpendapat, rahmat dalam ayat ini diberikan juga kepada orang kafir namun mereka menolaknya. Sehingga hanya orang mu’min saja yang mendapatkannya.
  14. Sebagain ulama berpendapat, rahmat dalam ayat ini hanya diberikan orang mu’min.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua, yang dengan sebabrahmat-Nya tersebut kita dikumpulkan di dalam Jannah-Nya.

Alhamdulillahiladzi bini’matihi tatimmush shalihat..

sumber: kangaswad.wordpress.com

Kumpulan Masakan Korea

Posted: Agustus 28, 2012 in resep masakan

Masakan korea memiliki cita rasa sendiri bagi penikmatnya, bagi kamu yang mengetahui beberapa resep makanan dari korea  paling enak yang pernah dibuat. Disinilah tempatnya! Ada beberapa resep dan wajib kamu coba, caranya cukup mudah kok seperti saat membuat masakan Indonesia.

Jikapun nantinya membuat masakan korea mengalami kesulitan, itu adalah hal wajar bagi pemula, tapi jika nanti sudah terbiasa, membuat makanan korea yang lebih sulit lagi juga dapat dilakukan.

Baiklah berikum kumpulan resep untuk masakan korea, silahkan dicoba dengan hati….

Resep masakan Bulgogi

Bahan untuk membuat masakan korea ini

  • 2 pon daging sirloin, iris tipis
  • 3 siung bawang putih, geprek dan cincang halus
  • 3 siung bawang merah, potong halus
  • 1 buah bawang bombay, potong halus
  • 1/3 cangkir (2 sendok makan) kecap manis
  • 2 sendok makan minyak wijen
  • 2 sendok makan madu
  • Lada hitam secukupnya
  • 1/2 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok makan gochujang*)
  • 1/2 sendok makan minyak wijen
  • 1 kepala daun selada

*Gochujang = adalah pasta cabai untuk masakan Korea yang bahan utamanya adalah koji beras ketan dan bubuk cabai yang difermentasi. Secara tradisional, fermentasi gochujang dilakukan di halaman rumah di dalam tempayan tembikar berukuran besar. Tempat diletakkan di alas dari susunan batu yang disebut jangdokdae

Cara membuat Bulgogi

  • Pada pisau bagian belakang, irislah dengan tipis sampai empuk.
  • Mangkok tersebut berisi sisa-sisa bahan tersebut. Campuran tersebut harus rata/tebal.
  • Tuangkan bumbu rendama ke dalam daging tersebut dan campurkan dengan tangan. Dan pastikan daging tersebut harus sudah terlapis dengan bumbu rendaman tersebut.
  • Bungkus dengan plastik dan diamkan selama 1 jam.
  • Masak daging dalam satu lapisan di meja Hibachi.
  • Daging yang dimasak harus sudah selesai, dan bagian luarnya berkaramel.
  • Di mangkok yang berbeda, gabungkan gula dan gochujang.
  • Masukkan minyak wijen ke dalam campuran tersebut.
  • Sajikan dengan daun selada dan campuran gochujang.

Masakan Sundubu jjingae

Bahan

  • 1 sdm minyak cabe
  • 2 siung bawang putih, cincng halus
  • 1 bawang bombay, potong dadu
  • 1 sdm bubuk cabe
  • 1 sdm kecap manis
  • 250 ml kaldu daging
  • 30 gram kimchi, cincang
  • 50 gram macam-macam daging (udang segar, ikan slice, daging luncheon yang sudah dipotong dadu, daging babi slice, daging sapi atau ayam. Apa saja boleh.)
  • 300 gram tahu, potong dadu
  • 2 butir telur
  • Minyak goreng untuk menumis
  • Daun bawang potong sebagai taburan

Cara membuat Sundubu jjingae

  • Panaskan minyak goreng di wajan anti lengket. Masukkan minyak cabe, cabe bubuk, bawang putih dan bawang bombay. Tumis hingga aromanya harum.
  • Selama menunggu, campur kecap manis dengan kaldu daging.
  • Sementara itu, susun kimchi yang sudah dicincang di atas mangkuk batu (claypot), letakkan dengan daging sapi dan tahu. Masukkan ke campuran kuah tersebut. Pastikan bahan tersebut 3/4 tercampur dengan kuahnya.
  • Letakkan mangkuk batu ke oven dingin dan panggang dengan suhu 250°C selama 20 menit sampai daging tersebut benar-benar telah dimasak.
  • Waktu selesai, pecahkan telur mentah di bagian atas mangkuk batu dan taburi daun bawang. Sajikan selagi panas. Campur rata sebelum mengkonsumsinya.

Masakan Korea Ramyeon

Bahan : 250 g ramen yang sudah direbus, tiriskan Kuah : 1 sdm minyak sayur 2 siung bawang putih, cincang 1 sdm daun bawang iris halus 150 g daging ayam cincang halus 600 ml kaldu ayam/air 1 sdm miso kuning 1 sdm kecap asin 1/2 sdt cabai merah bubuk 1/2 sdt merica bubuk 1 sdt garam 50 g paprika merah, iris memanjang kecil 50 g mentimun, iris memanjang kecil 1 sdt tepung kanji, larutkan dengan sedikit air

Cara membuat:

  1. Kuah : Tumis bawang putih dan daun bawang hingga layu.
  2. Masukkan daging ayam, aduk hingga matang.
  3. Tambahkan kaldu, bumbu, dan didihkan.
  4. Masukkan paprika dan mentimun, aduk hingga layu.
  5. Tuangi larutan tepung kanji, aduk hingga agak kental.
  6. Masukkan ramen, aduk hingga rata. Angkat.
  7. Tuang ke piring saji.
  8. Sajikan hangat.

Resep:Kimchi

Bahan-Bahan

  • 1 buah sawi putih
  • 1/2 buah bawang bombay, iris tipis
  • 1/4 btg wortel, iris tipis memanjang
  • 1/4 btg lobak putih, iris tipis
  • 4 btg daun bawang.
  • 2 sdm bawang putih, parut
  • 1 sdt jahe, parut
  • 1/2 gelas bubuk cabe Korea
  • 2 sdt garam
  • 1 sdm gula
  • 1/2 gelas garam kasar/garam laut
  • 1 gelas air cup water
  • 1/4 gelas saus ikan Korea
  • 1/3 gelas air
  • 1 sdm tepung

Cara membuat masakan korea ini

1. Sawi dibiarkan utuh dan cuci bersih dengan air mengalir hingga ke lembar terdalam daun sawi. Sesudah bersih, rendam sawi dalam campuran tiga genggam garam yang sudah dilarutkan dengan air matang untuk sedikitnya enam jam, sampai sawi putih terlihat layu.

2. Setelah enam jam, angkat sawi dan cuci kembali dengan air bersih hingga ke sela-sela lipatan daun sawi agar sisa garam tercuci bersih. Tiriskan. Bila suka sawi bisa dibiarkan utuh begitu saja atau dipotong menjadi dua bagian dengan membuang ujung-ujung sawi.

3. Saatnya mengolah sawi dengan campuran bahan-bahan bumbu. Campurkan jadi satu gula, bubuk cabai, jahe, bawang putih, selada air, daun bawang, radis, saus ikan, dan sedikit garam. Baurkan campuran bumbu secara merata menutup semua bagian sawi hingga ke sela-sela lembar daun terdalam. Simpan dalam wadah tertutup rapat dan biarkan sedikitnya 2×24 jam sampai bumbu meresap ke dalam daging sawi dan jangan menyimpan di dalam lemari es. Proses penyimpan lebih lama akan lebih baik karena fermentasi berlangsung sempurna dan rasa yang dihasilkan akan maksimal. Setelah itu, baru simpan kimchi dalam lemari es.

4. Kimchi siap saji bisa disantap begitu saja atau disuguhkan sebagai makanan pembuka sebelum makanan utama.

Itulah berbagai macam resep masakan korea yang terkenal… silahkan dicoba…

Masakan Udang Saus Tiram

Posted: Agustus 28, 2012 in kisah-kisah islami

Setelah kemarin bintang bersilat lidah tentang enaknya udang saus padang. Sekarang kita akan membahas dengan menggunakan saus tiram. Jadi cuman beda di penyedapnya saja, tapi jangan salah ibu2, dijamin rasanya sama enak. Mau tahu gimana resep masakan tersebut.

Langsung saja, untuk resep udang kali ini berikut bahan yang dibutuhkan..

  • 1 sdt air jeruk nipis
  • ½ sdt garam
  • 3 sdm saus tiram
  • 500 gr udang jerbung, buang kepala, kerat punggungnya
  • 2 cm jahe, iris tipis
  • 2 bh cabai merah, potong serong 1 bh bawang bombai, iris bulat tipis
  • 3 siung bawang putih, cincang halus

Sedangkan cara membuat masakan udang saus tiram adalah sebagai berikut :

  1. Lumuri udang dengan garam dan air jeruk nipis, diamkan selama 15 menit. Tumis bawang bombai, bawang putih, jahe dan cabai merah sampai harum, masukkan udang sambil diaduk hingga berubah warna.
  2. Tambahkan saus tiram sambil diaduk hingga matang.
  3. Dapat juga ditusuk di tusuk sate, lalu bakar hingga harum.
  4. Sajikan selagi hangat.

Masakan diatas diperuntukan untuk 3 orang,

Resep udang saus tiram diatas, diambil dari Tabloid Nova.

Memasak nasi goreng spesial sih biasa, kali ini bintang aja cara membuat nasi goreng jawa yang super enak. Rasanya tidak akan kalah dengan buatan restoran terkenal sekalipun. Gampang dibuat dan gampang disajikan, sangat cocok disajikan untuk makan malam keluarga.

Berikut Bahan yang diperlukan untuk membuat nasi goreng jawa :

  • 500 gr nasi
  • 200 gr daging sapi rebus, potong panjang tipis
  • 100 gr udang basah, kupas kulitnya
  • 2 sdm kecap manis

Sedangkan untuk memasak nasi goreng menjadi paling  enak sedunia, kita wajib nih pakai resep bumbu dibawah ini

  • 4 buah cabai merah, buang biji
  • 1 sdt terasi
  • 6 buah bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sdt ketumbar
  • ½ sdt gula pasir
  • 1 sdt garam

Supaya nasi goreng jawa yang kamu buat nantinya lebih tambah enak. Lebih baik tambahin juga beberapa hal dibawah ini

  • 2 butir telur ayam, buat dadar
  • 2 buah mentimun, kupas, potong-potong
  • Kerupuk udang secukupnya
  • Bawang goreng secukupnya

Sedangkan cara memasak nasi goreng jawa ini adalah sebagai berikut

Tumis bumbu halus hingga harum. Beri 3 sendok makan air dan kecap manis, aduk rata.
Masukkan daging dan udang, aduk sebentar. Masukkan nasi, aduk terus hingga rata betul di atas api kecil, angkat. Sajikan dengan taburan bawang goreng, telur dadar, irisan mentimun, dan kerupuk udang.

Gampang banget kan memasak nasi goreng jawa, hanya dibutuhkan beberapa bahan sederhana dan cara yang sederhana pula. Untuk membuat masakan enak ini. Selamat mencoba dirumah.